BAB III
METODE KERJA
A. Tekanan Hidrostatis
a) Pasang corong Pada selang pelastik dan tutuplah dengan balon. Kemudian isilah selang sedikit air dan buatlah membentuk huruf U seperti pada gambar dibawah ini.
b) Aturlah agar air dalam selang memiliki ketinggian sama.
c) Masukkan corng kedalam air sedalam h, kemudian amati perbedaan permukaan air pada selang U. Ukurlah ∆ℓ. Nilai ∆ℓ ini dapat digunakan sebagai pengukur tekanan P ~ ∆ℓ.
d) Ubah-ubahlah kedalaman selang h. Ambil beberapa kali.
B. Hukum Archimides
a) Timbanglah berat balok diudara dengan neraca pegas seperti gambar dibawah. Hasilnya W.
b) Timbanglah berat balok saat dicelup di air. Berilah keadaan bahwa volume yang tercelup VT . Ukurlah VT dan berat di air W’. Gaya archimedes dapat ditentukan dengan persamaan FA = W – W’.
c) Ulangi langkah (2) dengan mengubah-ubah nilai VT.
BAB IV
DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN
A. TEKANAN HIDROSTATIS
a) Data Pengamatan
Berdasarkan data percobaan dan perhitungan yang telah dilakukan, maka dapat dilaporkan hasil sebagai berikut.
|
No
|
Keadaan
|
Kedalaman air (mL)
|
ℓ0
|
ℓ 1
|
∆ℓ = ℓ 1 - ℓ 2
|
|
1.
|
Keadaan air I
|
200 mL
|
7,5 cm
|
10 cm
|
2,5 cm
|
|
2.
|
Keadaan air II
|
200 mL
|
6 cm
|
9,5 cm
|
2,5 cm
|
Keterangan :
ℓ0 : Tinggi air mula-mula
ℓ 1 : Tinggi air Setelah Di Ubah Kedalamannya
∆ℓ : Perubahan Tinggi air
b) Perhitungan
1. Perubahan Tinggi Air II 2. Perubahan Tinggi Air II
∆ℓ = ℓ 1 - ℓ 2 ∆ℓ = ℓ 1 - ℓ 2
∆ℓ = 7,5 – 10 ∆ℓ = 6 – 9,5
∆ℓ = 2,5 cm ∆ℓ = 2,5 cm
c) Grafik
B. GAYA ARCHIMEDES
a) Data Pengamatan
Berdasarkan data percobaan dan perhitungan yang telah dilakukan, maka dapat dilaporkan hasil sebagai berikut.
|
No
|
Benda
|
V0
|
V1
|
V = V1 -V2
|
m0
|
m1
|
M = m1 - m0
|
P = m/V
|
|
1.
|
Balok Kayu I
|
200
|
208
|
8
|
40
|
30
|
10
|
1,25
|
|
2.
|
Balok Kayu II
|
200
|
208
|
8
|
25
|
19
|
6
|
0,75
|
Keterangan :
V0 : Volume air mula-mula
V1 : Volume air setelah benda dimasukkan
m0 : Massa benda mula-mula
m1 : Massa benda di air
b) Perhitungan
a. Volume
1. Balok Kayu I
V = V1- V0
V = 200 – 208 = 8 ml
2. Balok Kayu II
V = V1- V0
V = 208 – 200 = 8 ml
b. Gaya Tekanan Keatas
1. Balok Kayu I
Fa = ρ g V
Fa = 1000 • 10 • 8 = 80000 N
2. Balok Kayu II
Fa = ρ g V
Fa = 1000 • 10 • 8 = 80000 N
c. Besar gaya tekan ke atas masing-masing benda
1. Balok Kayu I
F = ∆m
F = m0 – m1
F = 60 – 45
F = 15 gr
2. Balok Kayu II
F = ∆m
F = m0 – m1
F = 75 – 65
F = 10 gr
d. Massa jenis masing-masing benda
1. Balok Kayu I
ρ = m/V
ρ = 15/4
ρ = 0.3 g/ml
2. Balok Kayu I
ρ = m/V
ρ = 10/8
ρ = 1.25 g/ml
c) Grafik
BAB V
PEMBAHASAN
A. Percobaan Tekanan Hidrostatis
Pada percobaan kali ini kami melakukan percobaan dengan alat pipa U dan di isi air, kemudian di isi air minyak tanah dan minyak goreng, di mana satu persatu di masukan ke pipa U, pertama di masukan minyak tanah ke pipa U denga ketentuan 15 tetes kemudian hitung perubahan tinggi awal air dan sesudah di isi minyak tersebut, lalu tetes yang ke 25 dan seterusnya sampai tetes yang ke 55 di mana seling 10 tetes.
Kemudian pipa U di isi dengan minyak goreng, tetapi sebelum d masukan air minyak goreng pipa U harus di cuci terlebih dahulu, karena di awal percobaan menggunakan air minyak tanah. Adapun tahapannya sama pipa U d isi air kembali dan d tiangkan minyak goreng dengan ketentuan 15 tetes sampai 55 tetes dengan seling 10 tetes.
B. Percobaan Archimedes
Tekanan akan bertambah dengan bertambahnya kedalaman, gaya pada bagian bawah benda yang berada di dalam air lebih besar daripada gaya yang bekerja pada bagian atas benda. Akibatnya, ada selisih gaya yang bekerja pada benda yang disebut gaya apung. Pada gambar di atas besar gaya ke bawah adalah F1 = P1A di mana P1 = Patm + ρgh1 ; sedangkan besar gaya ke atas yang bekerja pada silinder adalah F2 = P2A di mana P2 = ρgh2. Dengan demikian, selisih gaya bekerja pada silinder adalah yang bertindak sebagai gaya apungnya, yang besarnya adalah:
Fapung = F2 – F1
= P2A – P1A
= (Patm + ρgh2)A - (Patm + ρgh1)A
= ρgA (h2 – h1)
karena A(h2 – h1) sama dengan volume silinder, sehingga Fapung = ρgV.
Ketika membenamkan sebuah benda yang memiliki volume V ke dalam fluida, maka akan ada fluida yang dipindahkan tempatnya, sebanyak volume benda yang dibenamkan.
Dengan demikian volume yang dipindahkan adalah V. massa benda yang dipindahkan adalah m = ρV, sehingga persamaan Fapung = ρgV = mg. Di mana mg adalah berat fluida yang dipindahkan. Kesimpulan yang dapat diambil dari persamaan tersebut dikenal sebagai hukum Archimedes, yang menyatakan bahwa gaya apung yang bekerja pada sebuah benda yang dibenamkan sama dengan berat fluida yang dipindahkan.
BAB VI
KESIMPULAN
Kesimpulan dari hasil percobaan kali ini adalah sebagai berikut:
1. Massa jenis merupakan ciri khas suatu benda.
2. Zat yang sama memiliki massa jenis yang sama, berapapun volumenya sebaliknya zat yang berbeda umumnya memiliki massa jenis yang berbeda pula.
3. Setiap zat cair mempunyai massa jenis zat yang berbeda-beda, dan tidak akan sama dengan zat lainnya